THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Diciptakan berbeda bukan untuk bermusuhan


Lihat Kartu Ucapan Lainnya (KapanLagi.com)

Kamis, 19 Mei 2011

Kenali Tanda Pria 'Hidung Belang'

VIVAnews - Jangan mudah terbujuk dengan rayuan pria. Karena mungkin, Anda bisa terjebak dalam 'pesonanya'. Seperti dikutip dari situs cosmopolitan.com, beberapa pria yang sering bersikap manis belum tentu bisa dikategorikan sebagai tipe pria yang siap berhubungan serius dan menikahi Anda.

Jadi, agar hubungan yang Anda jalin tidak sia-sia dan membuang banyak waktu, berikut beberapa petunjuk yang bisa membantu Anda lebih peka untuk membaca tanda-tanda apakah si dia termasuk pria 'hidung belang'.

1. Selalu merencanakan tanggal kencan romantis
Makan malam diterangi cahaya lilin memang bisa membuat suasana makin romantis dan nyaman. Namun, jika ia hanya membawa Anda ke tempat-tempat terpencil, bisa menjadi informasi bahwa ia tidak ingin wanita lain melihatnya berkencan. Jika ia meminta saran pada Anda, lokasi tempat romantis yang Anda inginkan, coba sarankan padanya untuk melakukan makan malam di sebuah restoran atau bar populer dan lihat bagaimana reaksinya.

2. Terasa aneh saat berhubungan lewat telepon
Dia selalu mengirimkan SMS 10 kali dalam satu malam, kemudian pergi tanpa kabar selama berhari-hari. Dia akan memulai obrolan di telepon selama satu jam, kemudian mengabaikan pesan Anda di akhir minggu. Anda pasti bertanya-tanya apa yang terjadi? Bisa jadi, ia sedang sibuk kencan dengan wanita lain.

3. Berusaha mencari kepuasan
Jangan mudah terbujuk rayuan pria untuk tidur bersama. Biasanya pria yang tak bertanggung jawab akan terus membujuk Anda untuk berhubungan intim dengan sedikit menekan, seolah membuat Anda merasa bersalah jika tidak mengikuti bujukannya. Hati-hati jika sikapnya sudah mengarah seperti ini, bisa jadi ini sebagai bendera merah, bahwa Anda harus segera menghindarinya.

4. Tingkahnya terlihat 'aneh' di Facebook
Jika foto momen bersama Anda tidak juga di-tag olehnya, Anda perlu waspada. Atau, apakah dia sering update posting, namun tidak pernah menyebutkan hubungannya dengan Anda? Mungkin saja ia memang menyembunyikan status hubungannya dengan Anda.

5. Berubah sikap di hadapan teman-temannya
Meskipun sikapnya pada Anda terkesan ramah, bukan berarti saat berada di lingkungan teman-temanya akan sama. Anda juga perlu memperhatikan tanggapan dari lingkungan teman-temannya. Mungkin tidak akan menyenangkan jika banyak pertanyaan-pertanyaan pribadi tentang pekerjaan Anda atau minat Anda. Mereka tidak ingin menginvestasikan waktu dan energi untuk mengenal Anda karena mereka tahu, Anda tidak akan berada di sampingnya dalam jangka waktu lama.

6. Ungkapan cinta yang terlalu cepat
Memang banyak orang percaya akan cinta pada pandangan pertama. Tapi, terlalu cepat mengungkapkan rasa cinta juga bisa menunjukkan niat samar. Mengatakan hal-hal seperti, dia mulai jatuh cinta dengan Anda padahal Anda baru berkenalan selama beberapa hari, Anda perlu waspada.

Pastikan Anda mempercayai intuisi Anda. Kata-kata gombal mungkin meluncur dari lidahnya begitu lancar, karena dia berbicara berkali-kali sebelumnya pada wanita lain. (pet)
• VIVAnews

Irina Damayanti, Lutfi Dwi Puji Astuti

Minggu, 08 Mei 2011

BILA AKU JATUH CINTA

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu,

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-MU,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehinggah melupakan aku
pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwa-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.

Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan
bertawakal di jalan-Mu

( Syed Qutb )

Selasa, 26 Oktober 2010

Gunung Tangkuban Perahu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia kaya akan keragaman budaya. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk system agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Salah satu objek wisata yang erat dengan kebudayaan misalnya Gunung Tangkuban Perahu. Gunung Tangkuban Perahu merupakan objek wisata di Jawa Barat yang dapat menarik para pengunjung dengan keindahan alamnya serta sejarah-sejarah dan legenda yang ada sebagai salah satu pendukung kekayaan keanekaragaman budaya di Indonesia.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalahnya adalah sbagai berikut:

ü Dimana Letak objek wisata Gunung Tangkuban Perahu?

ü Apa yang dimaksud minarasa?

ü Apa saja yang ada di objek wisata Gunung Tangkuban Perahu?

ü Brapa Tarif masuk ke objek wisata Gunung Tangkuban Perahu?

ü Bagaimana cerita legenda Gunung Tangkuban Perahu?


BAB II

PEMBAHASAN

A. Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu atau Gunung Tangkuban Parahu merupakan salah satu gunung terbesar di dataran Parahyangan. Gunung Tangkuban Perahu terletak di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang, Jawa Barat. Bagian selatan kawasan ini merupakan wilayah kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, sementara bagian utaranya termasuk wilayah Kecamatan Segalaberang, Kabupaten Subang, yaitu sekitar 29 km sebelah utara kota Bandung, atau ± 60 km dari kota Subang. Dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter.

Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.

Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau jawa.

Menurut catatan sejarah, orang kulit putih yang pertama kali mendaki gunung tersebut adalah Abraham Van Riebeek pada tahun 1713. Namun tragis baginya karena dalam perjalanan yang sangat melelahkannya dari puncak gunung ini, dia meninggal dunia pada tanggal 13 November 1713. Abraham V.R. dikenal pula sebagai orang yang pertama kali membawa benih tanaman kopi ke pulau Jawa. Selain Abraham, seorang ilmuwan dan pencinta alam asal Jerman, yakni Dr. Franz Wilhem Junghun yang berjasa membudidayakan tanaman kina di tanah Priangan, memilih tempat tinggalnya di lereng gunung ini menjelang ajalnya pada tahun 1864, dia memohon kepada dokter yang merawatnya agar diizinkan memandang panorama indah gunung Tangkuban Perahu lewat jendela kamarnya.

Jalan menuju puncak gunung Tangkuban Perahu baru mulai dibangun pada tahun 1906, atas prakarsa “Bandoeng Voorit”, setelah organisasi yang dibangun oleh orang-orang Belanda yang bertujuan membantu dan mendampingi pemerintah membangun Bandung, termasuk sektor kepariwisataannya.

Di kawasan taman wisata ini terdapat 10 kawah, antara lain: kawah Ratu, kawah Upas, Kawah Batu, Kawah Domas, dan Kawah Jurig. Kawah-kawah ini terjadi karena letusan gunung Tangkuban Perahu pada tahun 1829, 1846, 1887, 1910, 1926, dan 1929. pada tahun 1829-1969, gunung Tangkuban Perahu yang bersifat strato ini telah meletus sebanyak 18 kali. Letusan keseluruhan, keadaan lapangan tanaman wisata ini menurun ke arah Barat ke arah Timur, sedangkan bagian yang datar berada di bagian atas sekitar kawah Ratu dan kawah Upas yang merupakan pusat konsentrasi pengunjung.

Kawasan ini mempunyai beberapa daerah ketinggian. Kompleks kawah Ratu dan Kawah Upas terletak pada ketinggian ± 1830 m diatas permukaan laut. Sedangkan kawah Domas berada pada ketinggian ± 1650 m di sebelah Utara yaitu sekitar 2084 m diatas permukaan laut.

Objek wisata ini terdiri atas beberapa kelompok pertama, kawah berapi yang berada di kompleks kawah Ratu, kompleks kawah Upas dan kompleks kawah Domas.

Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di lokasi ini, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah ratu dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 25 menit menempuh jarak sekitar +/- 1500 meter dari pos pengamat, mengitari tepi Kawah Ratu, berlawanan arah jarum jam. Kawah Upas memiliki dasar kawah yang dangkal dan datar, dengan pepohonan liar tampak banyak tumbuh di salah satu sisi dasar kawah. Mungkin dikarenakan dangkal dan tidak terlalu luas, disamping juga harus ditempuh dengan jalan kaki terlebih dahulu, (berbeda dengan Kawah Ratu dimana mobil pribadi bisa parkir tepat di bibir kawah), Kawah upas jarang dikunjungi wisatawan. Pemandangan yang disajikan pada Kawah Upas ini cenderung “biasa-biasa” saja, namun dimungkinkan untuk menikmati pemandangan Kawah Ratu dari sisi yang berbeda, mengingat bibir Kawah Ratu dan Kawah Upas menyatu dalam bentuk satu jalur pendakian, dengan Kawah Ratu pada sisi kiri dan Kawah Upas pada sisi kanan.

Objek wisata kedua yaitu mata air panas yang memancar ke atas (gelser) yang terletak dalam kawah Domas. Lapisan-lapisan kulit bumi para dinding-dinding kawah memiliki daya tarik tersendiri dan merupakan obyek geologi.

Objek wisata ketiga yaiu panorama alam yang indah dan mudah dilihat dari beberapa daerah ketinggian di sekitar kawah seperti laut jawa di sebelah Utara, lembah-lembah dan perbukitan serta pemandangan kota-kota terdekat seperti Bandung, Cimahi dan Subang.

Kegiatan yang dilakukan di kawasan wisata ini antara lain berkemah, mendaki gunung, rekreasi alam, fotografi dan lintas alam.

Di sekitar kawasan taman wisata ini terdapat obyek wisata lainnya seperti pemanduan air panas Ciater yang terletak di kecamatan Sagalaherang, kabupaten Subang, air terjun Maribaya, yang terletak sekitar 15 km dari Tangkuban Perahu/sekitar 5 km di kota Lembong, Curug Cimahi yang terletak di desa Cisarua.

B. Manarasa

Manarasa adalah pohon yang banyak terlihat di sekitar kawah. Daun tanaman ini akan berwarna kemerah-merahan jika daun sudah tua. Daun yang sudah berwarna merah dapat dimakan dengan rasa mirip seperti daun jambu dengan sedikit rasa asam. Daun ini dapat mengobati diare dan dipercaya akan membuat awet muda. Daun ini dipercaya oleh masyarakat sekitar selalu dimakan oleh Dayang Sumbi yang awet muda dalam legenda terjadinya Gunung Tangkuban Perahu.

C. Fasilitas dan Tarif Masuk

Fasilitas yang terdapat di objek wisata Gunung Tangkuban Parahu diantaranya yaitu Toko Cinderamata, cafétaria dan pusat informasi (TIC), warung-warung souvenir, homestay, camping ground, area outbound, area parkir, area berkuda. Untuk memasuki kawasan Tangkuban Perahu, Anda harus membayar tiket Rp 13.000,- per orang ditambah tiket untuk kendaraan.

D. Aksesibilitas

Untuk menuju ke obyek wisata ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4 atau angkutan umum. Adapun waktu tempuh ke obyek wisata Sari Ater, yaitu dari kota Subang dengan waktu tempuh sekitar 40 menit ke arah selatan sedangkan dari Bandung sekitar 50 menit dan dari Jakarta via tol Sadang dengan waktu tempuh sekitar 3 jam sedangkan dari obyek wisata air panas Ciater dengan waktu tempuh 15 menit.

Kondisi jalan menuju kawasan ini, baik dari Subang maupun Bandung sangat baik. Namun yang perlu diperhatikan mengenai kondisi kendaraan, karena menuju lokasi baik dari Subang maupun Bandung akan melalui tanjakan yang cukup berat.

E. Legenda Tangkuban Perahu

Inti cerita legenda Tangkuban Perahu adalah seorang pemuda yang bernama Sangkuriang ingin menikahi seorang wanita bernama Dayang Sumbi yang cantik. Mereka saling jatuh cinta. Tetapi, setelah menemukan bekas luka di kepala Sangkuriang, Dayang Sumbi mengetahui ternyata Sangkuriang adalah anaknya. Sangkuriang dahulu pergi karena merasa kesal dengan kemarahan ibunya. Dayang Sumbi marah karena Sangkuriang membunuh anjing kesayangan mereka ketika gagal berburu rusa untuk ibunya.

Mengetahui Sangkuriang adalah anaknya, Dayang Sumbi tidak mau menikah dengan Sangkuriang. Maka, untuk menolak lamaran Sangkuriang, Dayang Sumbi minta dibuatkan sebuah perahu besarta danaunya dalam waktu 1 malam. Sangkuriang yang sakti meminta bantuan dari jin untuk memenuhi keinginan Dayang Sumbi.

Melihat Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, Dayang Sumbi berniat menggagalkannya. Berkat doanya, ayam-ayam berkokok. Jin-jin yang membantu Sangkuriang berlarian ketakutan karena mengira hari sudah pagi. Akibatnya pekerjaan membuat perahu dan danau tidak selesai. Sangkuriang yang marah besar karena gagal menyelesaikan pekerjaanya menendang perahu buatannya. Perahu ini kemudian jatuh tertelungkup dan terjadilah Gunung Tangkuban Perahu. Jika dilihat dari kota Bandung, gunung ini menyerupai perahu yang terbalik.

Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah) besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan se buah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung sunda purba terhadap peristiwa.



Selasa, 31 Maret 2009

Cintaku Padamu, oh Fisika…

Malam gelap temani sepi
Secercah foton enggan menghampiri
Gelombang nada tiada menemani
Saat intuisi hanyalah ekspektasi

Saat kurasakan getaran cinta
Dengan kecepatan melebihi cahaya
Potensial tangga tak berdaya meluruhkannya
Mungkin ini hanya imajinasi hampa

Dunia kita ialah relativistik
Tampuk tahta bukan mekanika klasik
Tapi cintaku ini tetap deterministik
Dengan kesucian tanpa hukum probabilistik



Walau cinta ini tak bersambut
Walau luka ini sisakan takut
Namun nuraniku senantiasa terpaut
Layaknya katrol pesawat Atwood

Cinta ini takkan pernah bertepi
Seperti osilator harmonik tanpa terhenti
Semua rapi tersusun dalam hati
Bagai kristal tak cacat kisi

Akankah cinta ini kembali?
Menatap bayang indah rajutan mimpi
Ataukah khayal tetap berdiri?
Merusak angan dengan radiasi tinggi

Selasa, 24 Maret 2009

Fisika dan Global Warming

Suatu hal yang sering terdengar di telinga kita, global warming. Fenomena yang menjadi pusat perhatian hingga dilaksanakannya konferensi internasional UNFCCC di Bali, tahun 2007 silam. Sebagai salah satu sikapnya, juga akan dilaksanakan kembali pada 24 oktober 2009, International day of climate action.

Fenomena global warming sebenarnya bukanlah hal baru dalam kehidupan kita. Hanya memang kita hampir tidak memperdulikannya. Lihatlah dari jumlah gas CO2 (karbondioksida) yang dilepaskan ke angkasa. Mulai dari asap hasil pembakaran sampah, asap hasil produksi pabrik, hingga asap kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil (fossil fuel). Meski gas karbondioksida bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya global warming.

Global warming merupakan peningkatan suhu di permukaan bumi akibat panas matahari dan panas bumi yang terakumulasi di permukaan bumi. Secara sederhana, panas tersebut terperangkap oleh gas rumah kaca di atmosfir bumi. Sehingga panas yang seharusnya dilepaskan ke luar bumi, menjadi terpantulkan kembali ke permukaan bumi.

Jika kamu merasa tidak cukup melihat bukti-bukti akibat global warming, kamu bisa mencari foto-foto hasil kameramen terkemuka dunia yang berhasil mengabadikan perbedaan iklim yang terjadi pada tempat yang sama. Kamu akan melihat banyak tempat-tempat di dunia ini yang beberapa tahun lalu tertutup oleh lapisan es, kini menjadi daerah perairan ataupun lapisan esnya berkurang. Ini semua akibat kenaikan temperatur permukaan bumi. Hal serupa juga terjadi di Antartika, wilayah dengan lapisan es terluas di dunia.

Fisika tanpa rumus

Ahli fisika Indonesia, Prof Dr Johanes Surya, PhD, saat ini sedang mengembangkan pembelajaran fisika tanpa menggunakan rumus. Pengembangan fisika tanpa rumus ini sudah diujicobakan di beberapa sekolah di daerah dan cukup berhasil.''Selama ini masih banyak guru yang belum memahami konsep fisika. Akhirnya, pengajaran hanya sebatas rumus. Akibatnya siswa cenderung tidak menyukai fisika karena telanjur dianggap sulit,'' ujar Johanes yang juga Rektor Universitas Multimedia Nusantara dalam seminar nasional MIPA di Balai Sidang Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Tangerang, Sabtu, (30/11).Menurut Johanes, jika diharuskan menghapal rumus untuk belajar fisika justru membuat siswa makin membenci pelajaran tersebut. Oleh karena itu, pengajaran idealnya harus dimulai dari mengerti konsep, membangun logika, setelah itu menuangkannya dalam bentuk rumus.Yohanes memberi contoh sederhana soal fisika yang bisa diselesaikan tanpa rumus. Misalnya salah satu soalnya: Dua sepeda bergerak berhadapan. Sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik. Bila jarak mereka (mula-mula) adalah 30 meter, kapan kedua sepeda itu bertemu (berpapasan)?Yohanes mengatakan bahwa biasanya soal seperti ini diselesaikan dengan rumus-rumus yang rumit. Ia mengungkapkan, soal tersebut bisa diselesaikan hanya dengan logika sederhana.Jawaban soal itu, kata Yohanes, adalah sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, artinya dalam satu detik sepeda tersebut menempuh 4 meter. Sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik, artinya dalam satu detik sepeda tersebut menempuh 6 meter. Sehingga dalam satu detik total jarak yang ditempuh kedua sepeda adalah 10 meter. Karena jarak kedua sepeda tadi adalah 30 meter, maka kedua sepeda akan berpapasan pada detik ketiga.Lebih lanjut Yohanes menyatakan, selama ini guru-guru di sekolah untuk menyelesaikan soal tadi menggunakan 'rumus yang panjang-panjang'. Akibatnya, kebanyakan siswa tak mampu mengikutinya.

Berlibur Bersama Fisika

“Wuiii untung saja ada gaya sentrifugal, kalau tidak saya bisa jatuh waktu melewati loop
(lintasan melingkar) roller coaster”. Saya gosok telinga saya, apa benar yang saya
dengar, apa saya sedang bermimpi. Bukankah gaya sentrifugal itu istilah fisika, kenapa
muncul di taman hiburan seperti dunia fantasi di Ancol ini? Tapi itulah komentar yang
saya dengar dari seorang pengunjung suatu taman hiburan.
Selama setahun terakhir ini saya meneliti konsep‐konsep fisika suatu taman hiburan.
Saya terkejut sekali, ternyata suatu taman hiburan model Disney Land, Disney World
ataupun Dunia Fantasi sangat kaya dengan konsep Fisika. Mereka dapat dijadikan
laboratorium raksasa untuk mata pelajaran Fisika.
Kita mulai dengan roller coaster. Dalam wahana ini penumpang naik kendaraan yang
tidak bermesin. Kendaraan ini dinaikkan ke puncak bukit pertama dengan
menggunakan semacam ban berjalan (conveyor belt). Lintasan naiknya dibuat tidak
terlalu curam karena kita tahu semakin curam lintasan, semakin besar daya motor
penggerak ban berjalannya (biaya yang dikeluarkan lebih mahal). Puncak bukit pertama
dibuat lebih tinggi dari puncak bukit selanjutnya ataupun dari tinggi loop. Tujuannya
agar kendaraan mempunyai energi potensial yang cukup besar sehingga mampu
melintasi seluruh lintasan dengan baik.
Gb. 1 Roller Coaster
Ketika meluncur dari bukit pertama, penumpang dilepas dan jatuh bebas dipercepat.
Agar efek jatuh bebas ini dapat lebih dirasakan, lintasan luncuran dibuat berbentuk
seperti sebuah parabola (lintasan benda dibawah medan gravitasi). Gerakan turun
dipercepat ini membuat jantung dan alat‐alat tubuh sedikit terangkat dari tempat
semula (inersia). Efek inersia inilah yang memberikan sensasi‐sensasi tertentu seperti
semangat rasanya mau terbang, timbul rasa mual dsb.
Memasuki loop, penumpang dihadapkan pada loop yang berbentuk seperti tetes cair.
Loop tidak dibuat seperti lingkaran penuh karena pada titik terendah loop lingkaran
penumpang akan mengalami bobot 6 kali bobot semula. Dengan bobot demikian
besar, darah tidak mampu mengalir ke otak, mata berkunang‐kunang dan orang akan
pingsan. Dengan lintasan berbentuk tetes cair, bobot maksimum yang dirasakan
penumpang sekitar 3,7 bobot semula. Bobot sebesar ini tidak terlalu berbahaya bagi
penumpang. Dipuncak loop penumpang berada pada posisi terbalik. Penumpang tidak
akan jatuh karena gaya sentrifugal (arah ke atas) yang dirasakan mampu mengimbangi
gaya berat akibat tarikan gravitasi bumi.
Gb. 2 Loop
Gaya sentrifugal yang dirasakan penumpang bukan hanya pada loop saja, tetapi juga
pada belokan‐belokan tajam yang dibuat sepanjang lintasan. Ketika penumpang
berbelok kekanan, penumpang akan terlempar ke kiri. Sebaliknya ketika berbelok ke kiri
penumpang akan berbelok ke kanan. Orang akan terpental lebih keras jika berpegang
erat‐erat pada batang pengaman, karena itu agar lebih nyaman banyak penumpang
membiarkan tangan mereka bebas sambil berteriak‐teriak.
Keluar dari roller coaster kita lanjutkan perjalanan ke Swinging boat atau Kora‐kora.
Berbeda dengan roller coaster, Kora‐kora tidak meluncur di atas suatu lintasan besi.
Kora‐kora bergerak bolak‐balik seperti sebuah bandul. Di lintasan terbawah Kora‐kora
terdapat suatu ban yang mendorong Kora‐kora agar selalu dapat berayun dengan
sempurna. Setiap kali kora‐kora berayun turun, seperti pada roller coaster, penumpang
mengalami berbagai perasaaan : ngeri, mual, hilang semangat dsb. Perasaan atau
sensasi terbesar akan dirasakan oleh penumpang yang duduk dibarisan belakang,
karena penumpang ini akan jatuh bebas dengan percepatan maksimum.
Gb. 3. Kora‐kora
Capai berteriak karena ngeri dan mual, kita masuk ke arena bom‐bom car atau mobil
senggol. Arena ini merupakan arena terbaik untuk belajar tumbukan. Mobil senggol
bergerak dengan tenaga listrik yang diperoleh dari jala‐jala listrik diatasnya. Pada
tongkat penghubung mobil dengan jala‐jala sering terlihat percikan listrik akibat
tegangan listrik yang sangat tinggi pada jala‐jala ini. Percikan terlihat ketika hubungan
tongkat ini dengan jala‐jala terputus. Karena energi yang diperoleh tiap mobil sama,
maka mobil berpenumpang ringan relatif dapat bergerak lebih cepat. Agar ketika
bertumbukan, Anda merasa nyaman maka disekeliling mobil diberi ikat pinggang karet.
Karet ini akan menyerap efek tumbukan. Ketika mobil berpenumpang ringan ditabrak
oleh mobil berpenumpang berat, penumpang yang ringan akan merasakan terlempar.
Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan momentum.
Gb. 4. Mobil Senggol
Arena The Swing atau ontang anting membawa kita mengerti konsep gaya sentrifugal.
Ketika ontang‐anting mulai berputar, kursi ontang‐anting mulai membentuk sudut.
Makin cepat putaran, makin besar gaya sentrifugal yang dirasakan kursi itu. Akibatnya
sudut yang dibuat kursi terhadap garis vertikal makin besar. Namun ada keanehan,
sudut yang dibuat kursi ini sama untuk semua penumpang, tidak tergantung pada berat
penumpang
Berat orang memang berusaha memperkecil sudut namun gaya sentrifugal akan
memperbesar sudut itu. Pengaruh kedua gaya saling menghapuskan sehingga sudut
simpangan kursi sama besar untuk berbagai orang.
Gb. 5 Ontang‐anting
Selesai dari ontang‐anting, para pengunjung bisa mengunjungi arena lain seperti Dumbo
(Gajah Bledug) untuk mempelajari bagaimana sistem hidraulik; Big Wheel (Bianglala)
untuk belajar bagaimana mengatur keseimbangan kursi, Air Terjun Niagara untuk
belajar gerak jatuh bebas, Pontang‐pontang untuk belajar menggabungkan kecepatan
secara vektor dan Flying Condor (Rajawali) dengan konsep katrolnya.
Luar biasa sekali bukan? Begitu kayanya pelajaran fisika dalam suatu taman hiburan!
Sayang sekali jika suatu laboratorium fisika yang demikian besar kurang dimanfaatkan
secara maksimal. Padahal kombinasi hiburan dan laboratorium fisika raksasa dalam
suatu taman hiburan merupakan suatu hal yang mampu mengubah persepsi orang
tentang fisika. Fisika tidak akan lagi dianggap sebagai suatu momok yang menakutkan,
tetapi akan menjadi suatu pelajaran yang sangat asyik dan sangat menyenangkan.